PESAN DI BALIK GEMPA SUMATERA

8.06.2010







Semua yang terjadi di bumi ini semua adalah sebuah misteri ilahi, termasuk kapan terjadinya Qiyamat(kiamat). Tidak seorang pun yang dapat menjelaskan waktu kedatangan hari tersebut selain Dia. Manusia hanya mengetahui akan terjadinya kiamat tapi mereka tak tau kapan itu terjadi.

Banyak kegiatan dan peristiwa besar yang terjadi silih berganti terjadi yang kita alami di tahun 2009 lalu, yaitu : 
1. 17-08-09          : Peringatan Hari Ulang Tahun  ke 64 Republik Indonesia.
2. 20-08-09          : 1 Ramadhan 1430 H, kita ummat Islam mulai ibadah puasa bersama.
3. 09-09-09          : 19-09-1430 H. Bangsa Indonesia kegiatan Haornas supaya hidup sehat.
Relevan dengan umat Islam berpuasa agar supaya sehat.  Yang luar biasa Allah SWT  menggunakan rahasia bilangan 19 dalam  Al-Qur’an Surat Al-Muddatstsir : 30 yang artinya :”Dan di atasnya rahasia bilangan 19”. Tujuannya agar supaya orang yang beriman meningkat imannya, Bagi ahli kitab supaya mau beriman / tidak ragu ragu, dan bagi orang  kafir sebagai cobaan dan mereka berkata apakah yang dikehendaki  Allah dengan bilangan 19 ini sebagai perumpamaan ? ”. 
4. 19-09-09          : 29-09-1430 H. Ummat Islam berpuasa Ramadhan hari terakhir bersama.
5. 20 09-20 09 :  01-10-1430 H. Ummat Islam merayakan Hari Raya Idul Fithri bersama.

Semua itu merupakan nikmat Allah yang diberikan kepada umat Islam dan bangsa Indonesia yang wajib kita  bersyukur kepada Allah SWT. Firman Allah dalam QS Ibrahim : 7 yang artinya :  Dan , tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah  kepadamu, dan jika kamu mengingkari , maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih". 

Hanya orang-orang kafir yang kufur ni’mat , mereka bahkan menggunakan bilangan atau hari tanggal dan tahun yang dianggap luar biasa itu untuk meramal dan memastikan datangnya hari Qiyamat, misalnya : 09-09-09 ; 12-12-12 dll. Mereka merasa hebat, mampu mengetahui datangnya hari Qiyamat. Padahal BMG ( Badan Meteorologi dan Geofisika ) dengan TIK ( Teknologi Informatika dan Komunikasi ) yang sangat canggih tidak mampu memprediksi kapan terjadinya gempa bumi akan terjadi, sehingga gempa bumi yang banyak mengakibatkan kerusakan dan kematian manusia baru saja terjadi. 
1. 02-09-09          : Hari RABU SORE  terjadi gempa bumi di Tasikmalaya ( Jawa Barat )
2. 30-09-09          : Hari RABU SORE  terjadi gempa bumi di Padang – Pariaman (Sumatera
                                  Barat ) berkekuatan 7,6 Skala Richter pukul 17.16 disusul pukul 17.58. 
                                  Keesokan harinya 01-10-09  pukul 08.52 gempa bumi di Jambi.

Gempa bumi di Sumatera Barat dan ayat-ayat Allah SWT :
            
Segala sesuatu kejadian di bumi dan di langit merupakan ketetapan Allah SWT.
Demikian pula kejadian gempa bumi di atas . Jika kita kaitkan waktu terjadinya gempa 
bumi di Sumatera Barat dan Jambi dengan surat dan ayat Al-Qur’an, dapat dijelaskan :  

17.16 ( QS Al-Israa’ ayat 16 ) : ” Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu ( supaya mentaati Allah ), tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan ( ketentuan Kami ), kemudian Kami hancurkan  negeri itu sehancur-hancurnya ”.  

17.58 ( QS Al-Israa’ ayat 58 ) : ” Tak ada suatu negeripun ( yang durhaka peduduknya) , melainkan Kami membinasakannya sebelum hari Qiyamat atau Kami azab ( penduduknya ) dengan azab yang sangat keras. Yang demikian itu telah tertulis didalam Kitab ( Lauh Mahfuz )“. 

08.52 ( QS Al- Anfaal ayat 52 ) :“ ( Keadaan mereka ) serupa dengan keadaan  
Fir’aun dan pengikut-pengikutnya serta orang-orang sebelumnya. Mereka mengingkari Ayat-ayat Allah , maka Allah menyiksa mereka disebabkan dosa-dosanya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi amat keras siksaan-Nya “.
               
Tiga ayat Allah SWT dalam Al-Qur’an di atas, yang ditunjukkan tepat dalam waktu kejadian tiga gempa bumi di Sumatera , berbicara mengenai azab Allah berupa kehancuran dan kematian yang berkaitan erat dengan pola hidup yang bermewah-mewah, kedurhakaan, dan serupa keadaan Fir’aun dan pengikut-pengikutnya. Ini tentu sangat  menarik untuk dikaji dan diambil hikmahnya ke depan.  

1 komentar:

Posting Komentar